Sitrep Banjir Yogyakarta 22 April 2015

Kejadian. Hari rabu 22 April 2015 terjadi hujan deras di beberapa wilayah di Yogyakarta. Hujan lebat terutama terjadi di wilayah utara Kota Yogyakarta, juga di wilayah utara Kabupaten Sleman sejak pukul 14.00 WIB. Sementara beberapa wilayah di Kabupaten Bantul terjadi juga hujan disertai angin pada pukul 19.30 WIB.

Hujan lebat yang terjadi selama kurang lebih 3 jam menyebabkan terjadinya luapan beberapa sungai di wilayah sub DAS yang berhulu di Merapi, seperti kali Code, Gajah Wong, Winongo, dan Opak yang alirannya dari wilayah kabupaten Sleman ke kabupaten Bantul. Beberapa sungai melewati Kota Yogyakarta seperti Kali Code dan Winongo.

Luapan sungai mulai terjadi di aliran sungai di wilayah Kabupaten Sleman yaitu seperti sungai di Candibinangun Pakem dan Turi Pakem pada pukul 19.00 WIB. Sementara luapan Sungai Code dan Sungai Gajah Wong terpantau pada pukul 21.00 WIB disusul luapan Sungai Winongo dan Sungai Opak. (Sumber: Laporan Kejadian BPBD DIY 23 April 2015)

Sementara itu menurut Stasiun Geofisika kelas I Yogyakarta dari Informasi Prakiraan Cuaca Harian DIY pada hari Rabu tanggal 22 April 2015, wilayah Kota Yogyakarta keadaan cuaca diperkirakan hujan ringan, Sleman keadaan cuaca hujan sedang dan keadaan cuaca Bantuldiperkirakan hujan ringan. Namun mulai sore hari terjadi hujan lebat di ketiga wilayah tersebut terutama bagian utara.

Akibat banjir di wilayah Sleman, Kota Yogayakarta dan Bantul
Kejadian hujan lebat tersebut menyebabkan wilayah Sleman yaitu Desa Candibinangun air meluap dan di wilayah Turi Pakem akses jalan terputus dan aspal tergerus. Terdapat korban di Desa Pulesari Wonokerto Turi disaat korban merumput terjebak hujan dan luapan sungai. Luapan air menggenang masuk rumah sehingga beberapa alat elektronik dan beberapa barang di dalam rumah terkena luapan air. Sementara kerugian di Desa Kalirejo Berbah Sleman terdapat 1 rumah yang terkena luapan air sungai. Di wilayah Giriketo Turi terdapat pagar kebon salak 50m tinggi 1-2m roboh ke jalan menuju Glagahombo. Batu berserakan dijalan. Sementara di Berbah luapan sungai meggenangan kurang lebih 75cm 1 padukuhan 2 dusun terdampak kurang lebih 30 rumah. Kayu-kayu yang terbawa banjir mulai disingkirkan, tidak ada evakuasi warga di Berbah.

Di wilayah kota pada pukul 20.30 Sungai Code meluap terutama di kawasan Ratmakan sehingga warga dievakuasi ke Posko Daliso yang berada di atas. Kawasan Sayidan pada pukul 20.43 WIB ketinggian air mencapai 120 cm dan meluap melewati jembatan Sayidan. Air Kali Code juga meluap di Jembatan Cinta Prawirodirjan dan jembatan Sardjito Lama. Di wilayah Keparaan air meluap melewati tanggul dan menggenangi pemukiman dengan ketinggian kurang lebih 30 cm. Warga Keparakan tidak mengungsi dan pukul 23.35 WIB air mulai surut. Di Bintaran RT 1,5 dan 7 warga mengungsi ke masjid dan gereja. Di wilayah Gondolayu Lor, Cokrodiningratan Jetis talud sepanjang 103 meter jebol dan satu rumah miring. Sementara di Terban talud bronjong melorot dan di Jogoyudan talud bergeser dan sepanjang 200m ambles sehingga 5 rumah terancam dan mengungsi. Di Pogungrejo terdapat rumah yang pondasinya terkikis dan ambrol dibagian belakang.

Sementara sungai Winongo juga meluap diwilayah Jlagran Gedong Tengen, 3 rumah terendam dan warga naik ke titik aman.. Wilayah Bener Tegalrejo air masuk kerumah warga setinggi 1 m dan 30 KK mengungsi namun bisa kembali langsung ketika air surutkerumah masing-masing.

Sungai Gajah Wong meluap di wilayah Warungboto dan Pringgondani belakang apartemen Sejahtera sejumlah 5 KK. Diwilayah Gambiran Rt 30 Pandean air masuk rumah dan mengungsi sejumlah 30KK, namun bisa langsung kembali ke rumah masing-masing

Kejadian di Kabupaten Bantul adalah meluapnya Sungai Code, Sungai Bedog, Sungai Winongo dan Sungai Opak serta terjadinya angin ribut yang menyebabkan pohon tumbang di beberapa wilayah seperti di Desa Triharjo, Argorejo, Gilangharjo, Bantul dan Triwidadi.

Sunagi Code meluap di wilayah Sewon yaitu di Desa Bangunharjo yang menyebabakan dievakuasinya 6 KK. Di Kecamatan Pleret desa Wonokromo RT 01 sampai dengan RT 04 Jejeran 2, kurang lebih 180 rumah terendam dengan ketinggian 30 cm. Evakuasi dilakukan pada warga lansia dan yang sakit. Sejumlah tiga orang diungsikan ke rumah saudaranya.
Sungai Bedog meluap diwilyah Kasihan yaitu di Bangunjiwo terutama di Kali Pucang, Tirto Wetan dan Sembungan yang merendam beberapa rumah pada pukul 23.00 WIB, namun kemudian air mulai surut pada pukul 01.00 WIB.

Sungai Winongo diwilayah Bantul meluap di Sewon yaitu di desa Pendowoharjo dusun Pacetan dan Miri, kurang lebih 10 rumah tergenang setinggi 30 cm selama 2,5 jam. Di wilayah Jetis desa Patalan sungai Winongo juga meluap yang membawa kerugian pada kolam ikan warga. Air winongo juga meluap di Bambanglipuro di desa Mulyodadi dan Trimulyo.

Sungai Opak meluap di wilayah Pleret di desa Pleret dan Bawuran dimana air menggenang di beberapa rumah warga.
Kerugian lain berupa rusaknya infrastruktur lain seperti pipa PDAM Sleman. Dari hasil pendataan PDAM Sleman, Jumat (24/4/2015), kerusakan di wilayah Turi, tepatnya di Dusun Poles Lor, Desa Donokerto, pipa instalasi yang ada di bawah Jembatan Mangut pecah saat jembatan tersebut ambrol tersapu banjir. Akibat kerusakan ini, diperkirakan 220 pelanggan kehilangan pasokan air.Selain itu, kerusakan juga terjadi pada sambungan pipa transmisi di Dusun Nglanjaran, Umbulmartani, Ngemplak. Akibat kerusakan ini, diperkirakan sebanyak 700 pelanggan tidak mendapatkan distribusi air bersih.

Kepala PDAM Sleman, Dwi Nurwata mengakui kerusakan tersebut. Akibat kerusakan tersebut, PDAM kehilangan suplai air sebesar 6 hingga 12 liter per detik.Kerusakan tersebut terjadi lantaran pipa milik PDAM tidak didesain untuk menghadapi bencana tersebut. Ke depannya, pihak PDAM berencana merubah desain instalasi pipa pendistribusi air bersih.

Perkiraan penyebab terjadinya banjir
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Yogyakarta memprediksi akan terjadi anomali cuaca dialami wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta sehingga berpotensi musim kemarau akan datang terlambat. “Mundurnya musim kemarau ini akan berpengaruh ke berbagai sektor, dari mulai pertanian hingga kesehatan,” kata Staf Seksi Data dan Informasi, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) Yogyakarta Indah Retno Wulan, Rabu. Menurut dia, gangguan cuaca tersebut diakibatkan karena munculnya daerah tekanan rendah di wilayah selatan Jawa, atau Samudera Hindia. “Akibat fenomena tersebut, di masa pancaroba ini masih terjadi penguapan yang cukup tinggi,” katanya.

Ia mengatakan, dengan penguapan yang tinggi tersebut, menyebabkan curah hujan masih lebat, terutama saat siang dan malam. Pengaruh ini menyebabkan, hampir setiap hari DIY turun hujan Sedangkan mengenai fenomena hujan es yang terjadi pada Rabu (22/4) siang, merupakan pengaruh dari awan Comulunimbus (Cb).

Menurut Kepala Seksi Merapi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi Agus Budi Santoso, tidak ada material letusan Merapi pada 2010 yang menjadi lahar hujan. “Murni karena hujan. Tidak ada material vulkanis,” katanya.(Tempo.co/23 April)

Buruknya kondisi saluran badan air atau drainase di kawasan Kali Code Kota Yogyakarta diduga kuat memicu parahnya dampak banjir Kali Code pada Rabu petang 22 April 2015. “Kondisi banjir Code ini masih dipicu limpahan banjir dari Kali Boyong yang berhulu di Merapi, sejak sore sampai malam hujan lebat bersamaan lebih dari dua jam,” ujar Ketua Harian Search And Rescue D.I. Yogyakarta, Ferry Ardiyanto, (Tempo/23 April).

Penanganan
Kejadian dari tanggal 22 April 2015 telah menimbulkan korban dan kerugian. Terjadi pengungsian di beberapa titik di kota Yogyakarta yaitu diwilayah Sayidan, Bintaran, Jlagran Gedong Tengen, Warung Boto, Klitren Lor, Ratmakan, Bener Tegalrejo, dan Jogoyudan Gowongan Jetis.

Penanganan langsung di kota Yogyakarta dilakukan oleh beberapa pihak seperti SARDA DIY, PMI Kota, BPBD DIY, TRC, Dinsos dan Tagana DIY. SARDA DIY melakukan. PMI kota menangani kejadian rumah terendam di Warung Boto.

Di wilayah Sleman penanganan lebih banyak dilakukan oleh warga desa sendiri, seperti di Hargobinangun secara swadaya warga telah memperbaiki jalan yang tergerus banjir.BPBD Sleman telah malakukan pendataan akibat luapan air di beberapa wilayah.

Sementara di Bantul penanganan dilakukan oleh TRC BPBD kabupaten Bantul, PBK (Pemadam Kebakaran BPBD)Bantul, PMI Bantul, FPRB Bantul, relawan, dan warga sekitar lokasi kejadian.

Catatan Penting
Bantaran Kali Code dihuni sedikitnya 13 ribu jiwa di 66 Rukun Warga (RW) dari 14 Kelurahan di 8 Kecamatan yang ada di Kotamadya Yogyakarta. Dari sejak dulu hampir tiap tahun terjadi luapan banjir sungai Code. Tercatat pada tahun tahun 1984 ketinggian air di daerah Jagalan mencapai 7 meter, 23 Februari 2005 ketinggian air di Jagalan mencapai 3 meter dari permukaan sungai. Pada Senin 29 November 2010 terjadi banjir lahar dingin dan setidaknya 7 talut (bangunan di pinggir sungai untuk penahan air) di sepanjang aliran sungai Kali Code yang membelah kota Yogyakarta jebol.

Pemerintah Kota Jogja bekerjasama dengan BPBD DIY pernah menggelar simulasi penanganan bencana lahar dingin di sungai Code wilayah Danurejan pada bulan desember 2011 setelah kejadian banjir lahar hujan 2010. Peralatan sistem peringatan dini juga telah ada dengan dukungan kelompok relawan BPBD yang ada di pos-pos pemantau sungai. Namun saat tanggal 22 April 2015 ini sistem peringatan dini tidak berjalan maksimal. Sehingga diperlukan koordinasi dan pembiasaan dari tingkat aparat, relawan dan warga guna lebih banyak mengetahui karakteristik dan sistem peringatan dini banjir sungai Code juga Winongo, Gajah Wong dan Opak.

Usaha penanggulangan oleh warga dengan membuat tanggul dari karung pasir, dan pengerukan dengan alat berat yang dilakukan oleh pemerintah setempat masih bersifat sementara, belum dapat menyelesaikan bahaya banjir Kali Code dan sungai lainnya secara komprehensif. Usaha penanggulan secara permanen harus didahului dengan kajian beberapa faktor, terutama untuk mempertahankan kapasitas palung sungai agar masih mampu menampung debit maksimum dengan caramelakukan pengerukan badan sungai secara tertib dan terkendali juga memperkuat tebing sungai terutama di daerah pemukiman dengan pilihan talud sungai yang tepat (normalisasi dasar dantebing sungai).

Dengan adanya pendangkalan Kali Code, material lahar hujan di hulu sungai Boyong, dan fenomena hujan lebat yang sering terjadi akhir-akhir ini, diperlukan upaya pengendalian banjir sungai di wilayah Yogyakarta yang dilakukan oleh semua pihak.

Satu gagasan untuk “Sitrep Banjir Yogyakarta 22 April 2015

  1. ACT.ID

    Faktor hujan lebat memang penyebab utama banjir di Jogfja, namun harapannya masyarakat mampu untuk belajar mitigasi dan evakuasi yang efeketif saat ada tanda tanda banjir, dan aksi petugas dan relawan yang siap siaga saat darurat bencana

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *